You are currently viewing Urgensi Tazkiyatun-nafsi ( 01 )

Urgensi Tazkiyatun-nafsi ( 01 )

  • Post published:17 Juli 2021
  • Post category:Adab
  • Post comments:0 Comments

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد:

 

Perkara yang sangat penting yang harus kita ketahui bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk menyucikan jiwa-jiwa (Tazkiyatun Nufus)  umat manusia, sebagaimana dalam Firman-Nya,

 

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢

 

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan jiwa mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Jumu’ah 2)

Dari ayat yang mulia tersebut maka orang yang berharap pertemuan dengan Allah dan selamat di hari akhir kelak, pasti akan perhatian dengan penyucian jiwanya secara khusus. Sungguh Allah telah mengaitkan keberuntungan seorang hamba bagi siapa yang menyucikan jiwanya (Tazkiyatun Nafsi) setelah Allah bersumpah dengan sebelas (11) sumpah yang berurutan, dan tidaklah ditemukan di dalam Alquran sumpah yang semisal ini. Allah berfirman :

 

وَٱلشَّمۡسِ وَضُحَىٰهَا ١  وَٱلۡقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ٢  وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا ٣  وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰهَا ٤  وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا ٥ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا طَحَىٰهَا ٦  وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا ٧ فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ٨  قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠

 

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari dan demi bulan apabila mengiringinya. Demi siang apabila menampakkannya dan Demi malam apabila menutupinya. Demi langit serta demi pembinaannya dan demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa serta demi penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q.S. Asy-Syams 1-10)

Pada ayat tersebut Allah bersumpah dengan sebelas sumpah yang beruntun untuk menyampaikan perkara yang sangat penting yaitu Tazkiyatun Nafsi [1] Hal ini menunjukkan betapa Agung dan pentingnya perkara ini. Lantas bagaimana cara kita menyucikan jiwa kita?

Maka yang dimaksud dengan Tazkiyatun Nafsi adalah Penyucian jiwa dengan amal-amal sholeh, yakni Seorang muslim berusaha untuk menjalankan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala dan menjauhi segala macam keburukan, dosa dan maksiat yang bisa mengotori jiwa raganya. [2]

Maka dari itu wahai saudaraku yang mulia, mari kita sucikan diri kita dengan banyak bertaubat kepada Allah ta’ala agar Allah menyucikan jiwa kita, memperbanyak amal sholeh baik yang lahir seperti sholat, puasa, dzikir, membaca Alquran, shodaqoh, i’tikaf, maupun yang batin seperti ikhlas, roja’ (berharap), tawakkal, khouf’ (takut). Semoga Allah meyelamatkan kita dihari yang tidak bermanfaat lagi harta benda dan anak anak, melainkan hanya orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang suci (Qolbun Salim). Aamiin.

 

 يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

 

“Suatu hari yang harta dan anak-anak tidak berguna lagi, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang suci (Qolbun Salim)” (Q.S. Asy-Syu’ara’ 88-89)

 

Bandongan, Magelang, 11 Ramadhan 1442 H/ 23 April 2021

# Saudaramu karena Allah, M.S. Burhanudin

 —————————-

Sumber:

1.Lihat Tazkiyatunnufuus wa tarbiyatuha Syaikh Dr. Ahmad Farid hal. 11-12

2.Tazkiyatu An-Nafsi mafhumuha wa maraatibuha wa asbabuha, Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili hal. 10

https://www.msburhanudin.com/2021/04/tazkiyatun-nafsi-penyucian-jiwa.html

Share :

Tinggalkan Balasan