You are currently viewing Hati Yang Bersih Dari Iri dan Hasad

Hati Yang Bersih Dari Iri dan Hasad

Hati Yang Bersih Dari Iri dan Hasad

بسم الله الرحمن الرحيم

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan: “Suatu ketika, kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas, beliau bersabda: “Sekarang akan muncul dihadapan kalian salah seorang laki-laki penghuni surga”. Dan munculah seorang laki-laki Anshar yang janggutnya basah karena berwudhu, seraya menenteng sandal ditangan kirinya.

Keesokan harinya, beliau bersabda seperti kemarin. Kemudian, muncul laki-laki seperti keadaan kemarin. Pada hari ketiga, beliau bersabda seperti itu juga. Laki-laki yg sama kembali muncul, persis seperti kemarin lusa.

Setelah Nabi beranjak. Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhuma mengikuti laki-laki tersebut. Singkat kata, Abdullah bin Amr menginap dirumah laki-laki tersebut, hingga dia mengutarakan : “Sebenarnya, aku ingin tinggal bersamamu untuk mengetahui apa saja yg kamu amalkan sehingga dapat menjadikanmu teladan. Namum aku tidak melihat kamu mengerjakan amal yg begitu banyak; maka aku penasaran, apa yg menyebabkanmu bisa meraih derajat yg disebutkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Laki-laki itu menjawab “Tidaklah aku beramal selain dari apa yg selama ini kamu perhatikan. Hanya saja, aku tidak pernah mendapati dalam diriku suatu kecurangan meski sedikit terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Dan aku juga tidak pernah merasa hasad (iri) kepada seorang pun atau disebabkan oleh kebaikan yg telah Allah keruniakan baginya”

Abdullah lalu menyahut : “Itulah yg membuat kamu bisa sampai kepada derajat itu?” (HR. Ahmad no 12657 dishahihkan oleh Ibnu Katsir didalam kitan Tafsir-nya (VIII/70))

#Dinukil dari buku “Meraih Kebahagian Tanpa Batas” karya Ustad Abu Ihsan al Atsari hlm 20-21

Share :

Tinggalkan Balasan